CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

The On-Bed Chit-Chat

"Grandpa, Grandpa.. could u please tell us the story from when u were a knight, Grandpa?"
"Yea, yea, we're dying to hear that, Grandpa!"

"Hahaha.. one thing for sure, lad. I was brave and i was so drop-dead cool either! Hohoho.."

"Ow com'on, Pops! Tell us the REAL story!"

"Haha.. kids these days, they're so full of curiousity.. Okay then, let this old man fulfill ur wish by telling u all, my naughty grandson and granddaughter, the legend.."

Thursday, April 23, 2009

Grandpa's Last Saying

Soo, here i am, lad.
An hour left before the judging.
I just hope that this story, these bunch of words, could give my grandsons, or should i say, my readers, a lesson.

Saya harap semua orang tidak melupakan esensi terdalam dan nilai luhur yang dijunjung sejak ajang ini pertama kali digelar, kebersamaan.
Karena seberapapun berbedanya kita, selalu ada persamaan yang lebih patut dihargai.

"Untuk lunturnya ego dan perbedaan yang mencengkram dalam diam
dan lantangnya semangat yang tak pernah kita biarkan bungkam"

Jatinangor di kala hujan, 23 April 2009

Day 4 : The Zapping Arrows

Jumat.17.April.2009


Hari ini lagi-lagi cabang futsal sebagai salah satu cabang besar di Olymphiart membuat debu-debu Plaza berterbangan. Kali ini mempertemukan pasukan 2007a dengan 2008c dan tim 2005b dengan 2006c. Pada pertandingan pertama, tim 2007a mendapat tekanan berat karena bila mereka ingin lolos ke babak semifinal maka mereka harus mengalahkan pasukan 2008c, Sang David yang menjatuhkan Goliath, dengan selisih minimal sepuluh poin! Bukan pekerjaan enteng tentunya. Pertandingan berjalan seru, namun sayang seorang pemain 2008c sempat melakukan tindakan provokatif di depan rakyat 2007. Tapi untunglah rakyat 2007 tidak terpancing dan hanya berakhir dengan meneriakan, “Komdisnya mana, komdisnya mana..” Salut untuk kedewasaan yang ditunjukan rakyat 2007! Pertandingan berakhir dengan skor 7-3 sekaligus melangkahkan tim 2008c ke semifinal.


Sementara pertarungan di plaza berjalan seru, di depan Gor Pakuan batang-batang panah melesat dari busurnya! Oh maaf, kakek salah lihat, ternyata itu adalah para muda-mudi FKUP yang sedang beradu cepat di cabang atletik! Saking cepatnya mereka, bahkan kakek hampir yakin bahwa mereka sarapan beberapa butir baterai Energiz*r pada pagi sebelumnya. Mereka bahkan hampir menyamai kecepatan impuls saraf dari reseptor ke otak! UWOOW!! *lebay* Cabang atletik ini terbagi beberapa seri. Seri sprint, marathon, dan estafet. Hasilnya? Ksatria Edi dari Kerajaan 2007 berhasil memboyong 2 medali emas. Luar biasa!

Ternyata hari ini tidak hanya kekuatan otot dan kecepatan kaki yang dipertandingkan, karena di A.3.3 Theatre pun berlangsung cabang vocal group yang mempertandingkan keindahan dan keharmonisan teknik olah vokal sekelompok orang. Pada babak penyisihan ini total 10 pasukan bersaing guna memperebutkan tiket ke final yang hanya berjumlah lima lembar. Akhirnya, yang mendapatkan kelima tiket tersebut adalah; Specowfive (2005), Juara Pertama (2006), Rantang (2006), Argenta (2007), dan Chanter (2007)


huff, akhirnya mereka tertidur juga..

dongengnya dilanjutkan lian malam yaa..

met tidur, cu..

Day 3 : Cinta Antar Kerajaan

Kamis.16.April.2009


Cabang futsal hari ini mengadu skill mengolah bola pasukan 2005c dan 2006b pada slot pertama juga tim 2007c dan 2006a pada slot kedua. Pada slot kedua, pertandingan kembali memanas. Khususnya antara rakyat Kerajaan 2006 dengan salah seorang ksatria 2007c yang, somehow, memiliki jalinan kasih dengan teteh seniornya di 2006. Mungkin memang cinta tak memandang kerajaan, atau mungkin memang si bocah 2007 ini begitu ganteng nan rupawan dan kharismatik sehingga membuat teteh seniornya klepek-klepek. Mungkin. Anyway, terbukti kegantengan tidak bisa mencegah enam buah gol yang meluncur masuk ke gawang pasukan 2007, pertandingan berakhir dengan skor 6-3 untuk kemenangan 2006a.


Jadol alias Jatinangor Idol! Indonesian Idol dengan cakupan -sangat- lebih sempit ini mencari bibit-bibit unggul dalam bidang menyanyi dan menghibur. Babak penyisihan yang berlangsung di Ruang Tutorial A.4.3 ini memberikan kesan yang hampir sama dengan Indonesian atau American Idol yang sering kita liat di tipi-tipi. Wajah tegang bergelimpangan dimana-mana sehingga kakek tidak akan heran bila salah seorang diantaranya tiba-tiba terkena serangan manic-depressive. Babak ini membuat sepuluh orang terpilih menghembuskan nafas lega karena lolos ke babak semifinal. Orang-orang bersuara dan ber-performance emas itu adalah; Aline, Dian, Jericho, Eri, Ayu, Jesi, Otay, Saski, Yuvita, dan Edo.



huff, akhirnya mereka tertidur juga..

dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..

met tidur, cu..

Day 2 : Goliath Is...Goliath

Rabu.15.April.2009

Hari ini cabang futsal mempertemukan pasukan 2005a dengan 2007a pada slot pertama dan tim 2008b dengan 2006c pada slot kedua. Pasukan 2005a a.k.a The Goliath tampil dengan skuad penuh dan menunjukan ke-Goliath-annya dengan menyedekahkan enam butir gol tanpa memberikan sedikitpun kesempatan kepada 2007a untuk membalas budi. Alhasil, Azka dan kawan-kawan berhasil membuat Vicko and the gankz mengakui bahwa pasukan 2005a selain ahli membuat skripsi juga mahir mencetak gol. 6-0 untuk kemenangan 2005a.



Di Bale 4 Padjajaran, ada bola kecil berwarna oranye memantul kesana kemari diatas meja. Benar sekali, pertandingan gundu sedang diadakan disini. Ya engga lah, yang bener tenis meja, cu. Cabang tenis meja hari ini mempertontonkan pertandingan yang menarik juga. Sayang, kakek ga sempet meliput pertandingan tersebut.



Waw. Ada bola oranye berukuran lebih besar juga dimainkan di Lapangan Kickers Gor Pakuan! Bukan, cucuku, masih bukan gundu. Kali ini cabang basket yang dimainkan. Mempertemukan pasukan bola keranjang dari 2007 dengan 2008 baik cabang putra maupun putri. Pertandingan pukul empat sore berhasil membuktikan bahwa pasukan 2007 putra lebih ahli dalam memasukan…bola ke dalam keranjang..Nombok dong, nombok dong! Ups maaf, terbawa suasana dengan teringat kembali lagu Iwa K. yang sempat booming beberapa tahun lalu. 21-11 untuk kemenangan pasukan 2007 dengan kakek sebagai salah satu anggotanya…yang hanya dimainkan sekitar 10 detik..ah, well. Pertandingan pukul lima mempertandingkan putri 2007 dan 2008, tapi sayang pertandingan dihentikan sementara karena butir air berjatuhan dari langit saat skor masih kacamata.



huff, akhirnya mereka tidur juga..

dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..

met tidur, cu..

Day 1 : The Judging Pin

Selasa.14.April.2009


Di hari pertama ini, cabang futsal mempertemukan 2007 dengan 2008 di slot pertandingan pertama, dan 2006 dengan 2005 di slot kedua. Plaza lagi-lagi dipanaskan oleh derap kaki para satria yang membela kerajaan masing-masing. Keringat bercucuran, bola berterbangan, dan kaki-kaki berkelebatan. Pada slot pertama, kelebat kaki Kiman dan Naufal dari Kerajaan 2007 berhasil membuat kiper 2008 memungut bola dari gawangnya, pertandingan pun berakhir dengan skor 2-1 bagi kemenangan 2007.


Krik-krik.

Krik-krik.

Krik-krik.


Keadaan yang berkebalikan 180 derajat dengan Plaza terjadi di Theater A.5.3 dan A.3.3. Hanya terlihat beberapa orang berjalan hilir mudik dengan air muka yang tidak enak. Walaupun kakek tidak tahu darimana asal frasa air muka berasal -karena tidak semua muka orang berair- yang bisa kakek pastikan adalah hampir tidak ada raut muka penuh tawa dan semangat seperti yang kakek lihat di Plaza. Apakah gerangan yang membuat suasana di sana sangat sepi bagai kuburan? *a la Silet* Apakah MDE datang lebih awal tahun ini? Ternyata tidak, saudara-saudara. Ternyata absennya PJ debat hari itulah yang menyebabkan pertandingan diundur dan pada akhirnya berujung pada masamnya raut muka para -calon- peserta cabang debat.


Apa sih yang bikin si PJ debat berparas ayu hari itu ga dateng ato at least sekedar setor muka? Apa extramurral yang memang dilakukan Kerajaan 2007 siangnya bisa jadi alasan? Kalo alasannya emang itu, atau sejuta alasan lain yang bisa orang pikirin, apa kabarnya tuh panitia yang laen? Emang ga ada yang bisa gantiin ya? Yah, apapun alasannya, minumnya Teh Botol S#sro. *adlib* Oke, memang tidak bisa dipungkiri lagi efek negatif dari kejadian ini. Molornya jadwal, kecewanya peserta, ketidak-profesional-an panitia di hadapan peserta mungkin hanya sebagian diantaranya. But hey, instead of thinking that there is a thousand fake alibi she can come up with, why don’t we think about a million really-happening-unpleasant-event she might had been through that made her incapable of coming? Marilah kita tidak seenaknya menyematkan lencana hak untuk men-judge orang di dada kita yah, cu. The world itself is already unfair, so lets not follow mix (terjemahan bebas dari ikut campur, heu) in it, okay?



huff, akhirnya mereka tidur juga..

dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..

met tidur, cu..

Wednesday, April 22, 2009

Day 0 : Open! Pull! Fry!

Senin.13.April.2009

“Dengan ini, Olymphiart 2009 resmi DIBUKA!”

Didahului penyalaan obor Olymphiart oleh raja dari keempat kerajaan , kata-kata tadi keluar dari mulut Icha dan Didi, MC pembukaan Olymphiart 2009, dan disusul oleh gemuruh tepuk tangan dan teriakan penuh antusiasme –yang kakek yakin berujung pada pharingitis akut- akan dimulainya perhelatan akbar di negara kita tercinta ini. Yaa, kawan-kawan, bapa-ibu, akang-teteh, tetangga kanan-kiri..turn on ur engine and let the pedal hits the metal, because the heat of Olymphiart 2009 is on!

Just like any other events, Olymphiart has its own “grand opening” Taun ini secara kebetulan kakek terpilih sebagai penanggung jawab alias PJ-nya. *berdehem* Pembukaan secara sepihak (baca: sotoy) kakek artikan sebagai dua jam pertama Olymphiart yang ngasi first impression buat semua mahasiswa-mahasiswi FKUP yang dateng dan punya minat sama rangkaian acara Olymphiart itu sendiri. Maka dari itu, berbagai persiapan pun dilakukan guna membuat acara ini bisa berjalan lancar.

Repot? Iya.
Cape? Sangat.
Tegang? Ga usa ditanya d.

But hey, over all kakek puas loh. Puas karena semua kerja keras yang kakek lakuin terbayar lunas, ga pake kredit. Secara keseluruhan acaranya berjalan lancar. Walopun mesti kakek akui banyak cacat dan kesalahan di sana-sini, beberapa sample yang kakek pilih dan tanyai secara liar mengaku terpuaskan dengan pembukaan Olymphiart taun ini. Terpuaskan. Uuyeaah. Mau tau apa aja yang terjadi selama pembukaan taun ini? Mari kita review..

Acara dimulai jam empat sore, lebih cepet 15 menit dari rencana. Pemberian kata sambutan dilakuin pertama. See? Bahkan dari pertama kakek uda ngelakuin kesalahan, salah nyusun urutan pemberi sambutan! Harusnya dari yang kedudukannya paling rendah ke yang paling tinggi, eh kakek malah sukses bikin dr. Jan -sedikit- dicuekin dengan bikin beliau ngasi sambutan pertama, baru setelahnya Kang Andri dan Lendl selaku ketua senat dan ketua pelaksana Olymphiart. Dr. Jan, hampura pisan..sanes kirang sono aki mah.. Lanjut ke persembahan angkatan 2007 selaku panitia, operet! Operet berdurasi sekitar 20 menit ini cukup membuat kakek mengalami tachycardia karena persiapannya yang lama bikin jadwal acara molor. Tapi gapapa, operet ini pada akhirnya cukup bisa menghibur pengunjung dan meramaikan suasana. Para kaum Adam mendadak kehilangan refleks kedip mereka saat Ades, Yolla, Debby, dan para kembang Kerajaan 2007 laen tampil. Kaum Hawa pun cukup puas dengan disajikannya kegantengan Adri juga maskulinitas dan otot-otot Bonar yang menggeliat dibawah guyuran sinar mentari. Did it sounds gay enough for you? Ugh.

Setelah operet, susunan acara bergulir ke prosesi resmi pembukaan Olymphiart yang dilakukan secara simbolis dengan dinyalakannya obor Olymphiart oleh raja dari keempat kerajaan. Raja dengan massa pengikutnya masing-masing melakukan devile mengelilingi Plaza FKUP, menempati posisi masing-masing, dan menyalakan obor Olymphiart yang diangkat oleh Joan Sang Putri Buyung Upik selaku maskot Olymphiart 2009.

Prosesi selesai, pertandingan pun dimulai! Di Plaza berlangsung lomba tarik tambang sementara di teras A.2 diadakan lomba memasak. Di Plaza, suasana langsung memanas dengan meningkatnya metabolisme peserta. Kaki menjejak bumi, lengan menarik sekuat tenaga, aktin dan myosin bergesekan tiada henti. Berbarengan dengan asam laktat otot yang menumpuk di akhir lomba, putra Kerajaan 2005 membuktikan superioritas mereka dengan menerbangkan lawan-lawannya dan meraih medali emas pertama di Olymphiart tahun ini. Berikutnya 2006, 2008, dan 2007 berturut-turut mendapat perak, perunggu, dan….rasa capek. *sigh* Pada lomba tarik tambang putri, 2006 keluar sebagai juara, diikuti oleh 2007, 2005, dan 2008.

Di teras A.2, pertandingan berjalan tak kalah panas. Terutama karena kompor yang dinyalakan keempat perwakilan kontingen. Di lomba masak dengan tema bahan dasar jagung ini, semua peserta mengerahkan kreatifitas, skill memasak, dan ajaran ibu masing-masing. Namun pada akhirnya 2006 membuktikan kesiapan mereka untuk menjadi ibu rumah tangga dengan menyabet emas, disusul 2005, 2007, dan 2008.


huff, akhirnya mereka tidur juga..
dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..
met tidur, cu..

David and Goliath

Jumat.10.April.2009


Yea, first futsal match! Entah ada faktor kesengajaan atau hanya sebuah hasil undian yang mantaps, tapi pertandingan futsal pertama ini langsung menarik animo masyarakat civitas akademika dunia FK UNPAD. Kenapa? Karena sang juara bertahan futsal; Azka dan kawan-kawan dari Kerajaan 2005, dipertemukan dengan kerajaan yang notabene masih segar dan polos, 2008. Melihat kedua pasukan yang bertarung, tentu para penonton mengharapkan akan terjadi hujan. Hujan gol, maksud kakek.


Apakah cucu termasuk salah seorang yang berspekulasi demikian? Bila iya, maka cucu juga termasuk salah seorang rekan kakek dalam menjadi kecele setelah pertandingan usai. Hahaha. Gapapa lah ya kecele. Daripada varicocele. Apa sih. Ternyata kepolosan malaikat 2008 hanyalah kedok. Sebuah tipu muslihat untuk menutupi skill iblis mereka. Uh-oh. 6-3. Itulah hasil pertandingan tersebut, untuk kemenangan 2008. Selamat kakek ucapkan untuk mereka. Karena kali ini, slogan mereka, “Yang muda yang berjaya!” menjadi sebuah kenyataan.


Pernah denger frasa, “David melawan Goliath?” However impossible it might seems for David to defeat Goliath, he didn’t back off. Instead, he keeps fighting the massive power of Goliath. And we all know how the myth ends. Well, I personally think that there’s no such thing as David versus Goliath. I’d like to see life as a rolling wheel. Banyak kan orang yang bilang kalo idup tuh kaya roda. Muter. Jadi siapapun yang ngerasa diatas pasti bakal ngerasain ada dibawah juga suatu saat. Yap, muter kaya roda. Roda yang bisa bikin Goliath yang ada diatasnya terpeleset dan akhirnya tergilas. A wheel called life, it is.


huff, akhirnya mereka tidur juga..

dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..

met tidur, cu..

The Catch Up!

Yoo..

Back again!


Its been a week since my last before-sleep-story-telling. A week without even a single word from me about Olymphiart that I should have been telling? Gee. Yaa, words are only words without a proof. So, I’ll skip the im-not-guilty part and on to the next step; the catch up.


So, tomorrow night i'll tell u the next story!


huff, akhirnya mereka tidur juga..

dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..

met tidur, cu..

Monday, April 13, 2009

Kerajaan Kurang Kerjaan

Pamflet- pamflet bertebaran.
Rapat- rapat berkejaran.

Orang- orang lalu lalang.
Spanduk bertuliskan 'Olymphiart 2009' dipasang.

...
Ini bakal ada acara apaan si sebenernya? *bego*

Yap, benar sekali. Ajang tahunan yang -katanya- mempertaruhkan gengsi kerajaan ini kembali digelar oleh kerajaan yang sedang menjalani tahun kedua, Kerajaan 2007! *keprook* Kenapa si tradisi menjadikan kerajaan taun kedua sbage penyelenggara ini bisa muncul? Katanya si karena eh karena taun kedua di dunia FK itu paling santai kuliahnya. Paling banyak libur. Paling ga ada kerjaan. Yea, right. Try saying that under the pressure we happen to bear. Does 30 cases to be learned all at once, may remind u of something? Hehe. Tapi para sesepuh kita, Kerajaan 2005 dan 2006, pasti uda ngalamin juga si. And they, somehow, managed to live to tell the story. Yah, maksud gw, idup secara fisik. Soal idup tapi jadi menderita gangguan kejiwaan itu laen perkara kan? =p

Eh, tapi seriusan d. Menurut kakek itu bukan sesuatu untuk dikeluhkan loh, dapet tanggung jawab bikin acara sebesar itu. Bukan karena alesan dangkal kae, 'udah tradisi..' -mari cukupkan slogan itu jadi gimmick sebuah merk biskuit saja-, tapi lebih karena rasa tanggung jawab dan loyalitas kita sama kampus tercinta kita. Kapan lagi coba kita bisa ngasi manfaat yang imbasnya seluas ini? Kita kerja buat Olymphiart berarti kita uda mengabdi ke lebih dari 400 orang mahasiswa mahasiswi FKUP yang ikut seneng dengan adanya Olymphiart. Sounds like Dani Sang KaSi Pengabdian Kepada Masyarakat? Heheh, peace ah, dan.

So its none to complain, NOR to brag. Jangan sampe d kita ngejadiin ajang ini sbage ajang sok-sokan. Mentang-mentang ini acara kita jadi kita bisa senga di depan kerajaan laen, mentang-mentang kita panitia jadi yang laen harus tunduk sama regulasi yang kita buat, dan mentang-mentang laennya. Soalnya setau kakek mentang-mentang itu nama daerah di Jakarta. Oh , itu menteng. *garing* Jangan sampe juga kita ngegunain otoritas kita sbage panitia buat kepentingan kerajaan sendiri. Beuh..tobat, Gusti. Toh dari awal juga kita adalah kerajaan pencinta damai yang berslogan, 'Kami datang, Kami senang, Kami berenang'...eh, salah ya? *dipecat dari angkatan*
So lets play fair and square, shall we? :)

"Untuk nilai- nilai luhur yang para pendahulu kita junjung,
Untuk untaian kebersamaan yang kita jalin tak berujung"



huff, akhirnya mereka tidur juga..
dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..
met tidur, cu..