CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

The On-Bed Chit-Chat

"Grandpa, Grandpa.. could u please tell us the story from when u were a knight, Grandpa?"
"Yea, yea, we're dying to hear that, Grandpa!"

"Hahaha.. one thing for sure, lad. I was brave and i was so drop-dead cool either! Hohoho.."

"Ow com'on, Pops! Tell us the REAL story!"

"Haha.. kids these days, they're so full of curiousity.. Okay then, let this old man fulfill ur wish by telling u all, my naughty grandson and granddaughter, the legend.."

Thursday, April 23, 2009

Day 1 : The Judging Pin

Selasa.14.April.2009


Di hari pertama ini, cabang futsal mempertemukan 2007 dengan 2008 di slot pertandingan pertama, dan 2006 dengan 2005 di slot kedua. Plaza lagi-lagi dipanaskan oleh derap kaki para satria yang membela kerajaan masing-masing. Keringat bercucuran, bola berterbangan, dan kaki-kaki berkelebatan. Pada slot pertama, kelebat kaki Kiman dan Naufal dari Kerajaan 2007 berhasil membuat kiper 2008 memungut bola dari gawangnya, pertandingan pun berakhir dengan skor 2-1 bagi kemenangan 2007.


Krik-krik.

Krik-krik.

Krik-krik.


Keadaan yang berkebalikan 180 derajat dengan Plaza terjadi di Theater A.5.3 dan A.3.3. Hanya terlihat beberapa orang berjalan hilir mudik dengan air muka yang tidak enak. Walaupun kakek tidak tahu darimana asal frasa air muka berasal -karena tidak semua muka orang berair- yang bisa kakek pastikan adalah hampir tidak ada raut muka penuh tawa dan semangat seperti yang kakek lihat di Plaza. Apakah gerangan yang membuat suasana di sana sangat sepi bagai kuburan? *a la Silet* Apakah MDE datang lebih awal tahun ini? Ternyata tidak, saudara-saudara. Ternyata absennya PJ debat hari itulah yang menyebabkan pertandingan diundur dan pada akhirnya berujung pada masamnya raut muka para -calon- peserta cabang debat.


Apa sih yang bikin si PJ debat berparas ayu hari itu ga dateng ato at least sekedar setor muka? Apa extramurral yang memang dilakukan Kerajaan 2007 siangnya bisa jadi alasan? Kalo alasannya emang itu, atau sejuta alasan lain yang bisa orang pikirin, apa kabarnya tuh panitia yang laen? Emang ga ada yang bisa gantiin ya? Yah, apapun alasannya, minumnya Teh Botol S#sro. *adlib* Oke, memang tidak bisa dipungkiri lagi efek negatif dari kejadian ini. Molornya jadwal, kecewanya peserta, ketidak-profesional-an panitia di hadapan peserta mungkin hanya sebagian diantaranya. But hey, instead of thinking that there is a thousand fake alibi she can come up with, why don’t we think about a million really-happening-unpleasant-event she might had been through that made her incapable of coming? Marilah kita tidak seenaknya menyematkan lencana hak untuk men-judge orang di dada kita yah, cu. The world itself is already unfair, so lets not follow mix (terjemahan bebas dari ikut campur, heu) in it, okay?



huff, akhirnya mereka tidur juga..

dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..

met tidur, cu..

0 comments: