Pamflet- pamflet bertebaran.
Rapat- rapat berkejaran.
Orang- orang lalu lalang.
Spanduk bertuliskan 'Olymphiart 2009' dipasang.
...
Ini bakal ada acara apaan si sebenernya? *bego*
Yap, benar sekali. Ajang tahunan yang -katanya- mempertaruhkan gengsi kerajaan ini kembali digelar oleh kerajaan yang sedang menjalani tahun kedua, Kerajaan 2007! *keprook* Kenapa si tradisi menjadikan kerajaan taun kedua sbage penyelenggara ini bisa muncul? Katanya si karena eh karena taun kedua di dunia FK itu paling santai kuliahnya. Paling banyak libur. Paling ga ada kerjaan. Yea, right. Try saying that under the pressure we happen to bear. Does 30 cases to be learned all at once, may remind u of something? Hehe. Tapi para sesepuh kita, Kerajaan 2005 dan 2006, pasti uda ngalamin juga si. And they, somehow, managed to live to tell the story. Yah, maksud gw, idup secara fisik. Soal idup tapi jadi menderita gangguan kejiwaan itu laen perkara kan? =p
Eh, tapi seriusan d. Menurut kakek itu bukan sesuatu untuk dikeluhkan loh, dapet tanggung jawab bikin acara sebesar itu. Bukan karena alesan dangkal kae, 'udah tradisi..' -mari cukupkan slogan itu jadi gimmick sebuah merk biskuit saja-, tapi lebih karena rasa tanggung jawab dan loyalitas kita sama kampus tercinta kita. Kapan lagi coba kita bisa ngasi manfaat yang imbasnya seluas ini? Kita kerja buat Olymphiart berarti kita uda mengabdi ke lebih dari 400 orang mahasiswa mahasiswi FKUP yang ikut seneng dengan adanya Olymphiart. Sounds like Dani Sang KaSi Pengabdian Kepada Masyarakat? Heheh, peace ah, dan.
So its none to complain, NOR to brag. Jangan sampe d kita ngejadiin ajang ini sbage ajang sok-sokan. Mentang-mentang ini acara kita jadi kita bisa senga di depan kerajaan laen, mentang-mentang kita panitia jadi yang laen harus tunduk sama regulasi yang kita buat, dan mentang-mentang laennya. Soalnya setau kakek mentang-mentang itu nama daerah di Jakarta. Oh , itu menteng. *garing* Jangan sampe juga kita ngegunain otoritas kita sbage panitia buat kepentingan kerajaan sendiri. Beuh..tobat, Gusti. Toh dari awal juga kita adalah kerajaan pencinta damai yang berslogan, 'Kami datang, Kami senang, Kami berenang'...eh, salah ya? *dipecat dari angkatan*
So lets play fair and square, shall we? :)
"Untuk nilai- nilai luhur yang para pendahulu kita junjung,
Untuk untaian kebersamaan yang kita jalin tak berujung"
huff, akhirnya mereka tidur juga..
dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..
met tidur, cu..
Rapat- rapat berkejaran.
Orang- orang lalu lalang.
Spanduk bertuliskan 'Olymphiart 2009' dipasang.
...
Ini bakal ada acara apaan si sebenernya? *bego*
Yap, benar sekali. Ajang tahunan yang -katanya- mempertaruhkan gengsi kerajaan ini kembali digelar oleh kerajaan yang sedang menjalani tahun kedua, Kerajaan 2007! *keprook* Kenapa si tradisi menjadikan kerajaan taun kedua sbage penyelenggara ini bisa muncul? Katanya si karena eh karena taun kedua di dunia FK itu paling santai kuliahnya. Paling banyak libur. Paling ga ada kerjaan. Yea, right. Try saying that under the pressure we happen to bear. Does 30 cases to be learned all at once, may remind u of something? Hehe. Tapi para sesepuh kita, Kerajaan 2005 dan 2006, pasti uda ngalamin juga si. And they, somehow, managed to live to tell the story. Yah, maksud gw, idup secara fisik. Soal idup tapi jadi menderita gangguan kejiwaan itu laen perkara kan? =p
Eh, tapi seriusan d. Menurut kakek itu bukan sesuatu untuk dikeluhkan loh, dapet tanggung jawab bikin acara sebesar itu. Bukan karena alesan dangkal kae, 'udah tradisi..' -mari cukupkan slogan itu jadi gimmick sebuah merk biskuit saja-, tapi lebih karena rasa tanggung jawab dan loyalitas kita sama kampus tercinta kita. Kapan lagi coba kita bisa ngasi manfaat yang imbasnya seluas ini? Kita kerja buat Olymphiart berarti kita uda mengabdi ke lebih dari 400 orang mahasiswa mahasiswi FKUP yang ikut seneng dengan adanya Olymphiart. Sounds like Dani Sang KaSi Pengabdian Kepada Masyarakat? Heheh, peace ah, dan.
So its none to complain, NOR to brag. Jangan sampe d kita ngejadiin ajang ini sbage ajang sok-sokan. Mentang-mentang ini acara kita jadi kita bisa senga di depan kerajaan laen, mentang-mentang kita panitia jadi yang laen harus tunduk sama regulasi yang kita buat, dan mentang-mentang laennya. Soalnya setau kakek mentang-mentang itu nama daerah di Jakarta. Oh , itu menteng. *garing* Jangan sampe juga kita ngegunain otoritas kita sbage panitia buat kepentingan kerajaan sendiri. Beuh..tobat, Gusti. Toh dari awal juga kita adalah kerajaan pencinta damai yang berslogan, 'Kami datang, Kami senang, Kami berenang'...eh, salah ya? *dipecat dari angkatan*
So lets play fair and square, shall we? :)
"Untuk nilai- nilai luhur yang para pendahulu kita junjung,
Untuk untaian kebersamaan yang kita jalin tak berujung"
huff, akhirnya mereka tidur juga..
dongengnya dilanjutkan lain malam yaa..
met tidur, cu..

0 comments:
Post a Comment